Tuesday, September 18, 2018

Seseserhanakah bahagia itu ?



Terlintas dalam benak kita bahwa bahagia itu mudah, tapi kadang bahagia itu sulit. Sebenarnya bahagia itu jika kita bersyukur atas semua karuniaNya, berkahNya, ridhoNya, tapi kadang kita tidak sadar bahwa bahagia itu ada di depan mata kita, tapi seakan kita tidak melihatnya, justru kita melihat kea rah yang mana hanya fikiran saja yang bias menerawang, tapi tidak dengan hati kita.
Kita berfikir bahwa bahagia itu dengan jalan jalan ke pantai misalnya,  apakah dengan jalan jalan ke pantai membuat hati kita otomatis bahagia ? jawabannya memang beragam yaa,,,, setiap orang pasti punya jawaban masing masing, tapi kebanyakan pasti iya dong hati bahagia kalo lagi jalan jalan,,,,, sejenak beban beban hidup lepas begitu saja, tapi bagi emak emak seperti saya liburan itu memang menyenangkan, tpi tetep ya pikirannya bercabang, mikir cucian, mikir anak makan apa, yang pasti mikir uang makin tipis di dompet, haaa. Itu artinya haati ga tenang, pikiran bahagia memang tapi perasaan haati ga sinkron dengan jalan pikiran.
Saya ingin bercerita, saya punya sepupu yang baru saja ditinggal ibunya, ayahnya sudah lama meninggal sewaktu dia kecil, bungsu dari 8 bersaudara, hari Sabtu kemarin baru saja bergelar “Mahmud” incess cantik dan mungil lahir kedunia dengan berat 3,3 kg dan panjanag 50cm yang lahir di RSUD Banten, saya chat dia via WA, mengucapkan selamat dan bertanya kapan pulang kerumah, mengingat saya gabisa menjenguk ke RS , dan dai menjawab mungkin besok atau lusa. Akhirnya Selasa sore saya baru bisa meenjenguknya, dan sambil bercerita mengenai persalinannya dari A-Z, termasuk masalah ASI. Ternyata ASInya belum keluar dan dibantu pakai sufor. Saya bukan yang anti sufor tapi saya terus motivasi dia agar asinya cepat keluar, saya langsung meminjamkan pompaan, member kantong asip dls, karena sepertinya sepupu saya ini masih blank soal perASIan, apalagi masalah pompa, dan ASIP. Dan lebih meneydihkan lagi dia hanya ber2 dengan suami, ke 7 kakaknya merantau di berbagai kota, sesekali keluarga dari suaminya dating menjenguk, dia curhat betapa sedihnya dia tidak ditemani oleh kakak2nya yang lebih berpengalaman, dengan suasana seperti itu dia seperti mengalami baby blues tapi tingkat masih low,  dia bilang anak bungsu itu kalo ga beruntung ya buntung, dan aku lah salah satu yang buntung. Keesokan harinya saya pun datang menemuinya lagi setelah selesai mengajar, paginya dia wa bagaimana cara pakai pompanya, tapi susah juga untuk menerangkan via WA, padahal sebelumnya saya udah terangin ke suaminya ketika suaminy dating kerumah untuk mengambil alat pompanya. Ketika sampai dirumahnya jreeeennggg,,,,,, itu PD MasyaAllah keras membatu plugged duct istilahnya bengkak pula, ya Allah kalo itu mah bias mastitis sebentar lagi, saya Tanya kenapa bias sampai begini dia bilang si bayi tidak mau menyusu, mungkin krena kendala flat nipple nya, tapi ga bgtu flat sih, saya mencoba memotivasi lagi, flat nipple pun masih bias direct breasfeeding. Akhirnya saya massage sebisa dan semampu saya, dia pun sontak berteriak kesakitan, of course sayapun akan merasakan hal yang sama jika seperti itu. Sambil dipijit sambil di pompa dan Alhamdulillah keluar sedikit 1,2 tetes sampe akhirnya dapet sekitar 10 ml, ya Allah terharu dan dia pun juga menangis terharu, dan dia bilang baru sekarang aku menangis terharu setelah dri awal lahiran menangis sedih karena ga diurusin oleh kakak-kakaknya. Dan ternyata saya BAHAGIA , hal kecil seperti itu bisa membuat saya Bahagia melebihi bahagia saya shopping online, hiiiiii.
Di sisi lain saya sangat amat bersyukur, dulu ketika saya melahirkan anak pertama masih ada ummi yang menemani meskipun kadang beliau sering kambuh penyakit autoimunnya, dan ketika melahirkan anak ke2 di Bandung meskipun hanya ber2 dengan suami di 4 hari pertama tapi setidaknya saya sudah punya pengalaman dengan persalinan pertama, jadi tidak begtu merasakan kesedihan seperti sepupu saya yang diceritakan tadi. Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah……

I just find myself happy with the simple things. Appreciating the blessings God gave me. The most important thing is to enjoy your life - to be happy - it's all that matters. - Audrey Hepburn-


Ternyata bahagia itu sangat sangat sederhana, dimulai dari diri kita, bias member impact terhadap apa yang ada di sekitar kita, tidak usah terlalu berhayal untuk sesuatu yang jauuhh,,,, ternyata di depan mata kita pun bahagia itu ada jika kita merasa bersyukur dan menikmati hidup ini entah ups and downs nya.

Wednesday, September 12, 2018

WELCOME TO THE BEST PLACE EVER TO ESCAPE


Assalamualaikum, setelah lama vakum dari dunia per-blog-an akhirnya sekarang saatnya untuk memulai kembali hobi tulis menulis yang udah lama terpendam, blog yang banyak sarang laba labanya setelah 4 tahun ga dikunjungi, well last update November 2014 on my friend’s wedding, haaaaaaa dan sekarang saya sudah menikah dan beranak 2, WOOOWW time flies so fast, kali ni mw bahas tentang dunia parenting, dunia emak emak dan sebagainya yang bias ditulis dan di share disini,
Setelah lama berfikir dan menimbang, akhirnya cerita pertama yang akan di share tentang perkenalan sejenak,,,,, 3 tahun lalu tepatnya di tanggal 24 Juli 2015, lelaki tampan nan sholeh dan berani akhirnya menikahi saya, lelaki itu bernama fajar Nurrohman, dan kami dikaruniai 2 orang anak, Baarizi EL-Abqariy 2 tahun 3 bulan dan Beyyina 3 bulan.

Sebenarnya sekarang banyak media untuk mempublikasikan cerita sehari hari, pengalamn hidup, review tentang apapun itu, yang paling hits ada di INSTAGRAM. Percaya gak percaya apapun yang kita cari sekarang di instagram semua ada, dari resep masakan, cerita tentang tumbang anak, sampei hal hal kecil pasti ada disana, tapi setelah lama vakum juga di instagram akhirnya memutuskan untuk balik lagi nge-blog, yang dlu pas zaman kuliah ngehits banget ini, heeeee.

Sekarang harus memberanikan diri untuk membuat konsistensi dalam menulis minimal 1 minggu sekali update blog, karena sesuatu yang tumpul harus diasah, begitu pula ilmu dan latihan menulis ini, ada yang bilang writing is healing, dalam dunia psikologi ada istilah Menulis adalah terapi jiwa, dan keputusan ini adalah bagian dari  terapi jiwa, emak emak yang stress dengan kehidupan serba serbi anak, rumah tangga, keuangan keluarga, setidaknya ESCAPE ke dunia ini mungkin jadi tempat pelarian yang mengasyikkan, dan member kita ruang untuk selalu berfikir bahwa masih banyak cara untuk sekedar ME TIME, salah satunya dengan menulis.

Well, semoga Allah selalu meridhoi langkah saya ini, dan teman teman semua,,,,, semoga selalu Istiqomah.


Keep updated! Cerita pertama soon ada di blog ini.


Saturday, November 22, 2014

Happy Wedding Zubaidah & Zainal

I think it was very very late post, how I should begin this story if I confuse How to write, because this unwritable, untold story, and I really really happy in this agenda, coz I meet my best friend, after how many month we didn't catch up each other. one years maybe. and this is my best friend wedding,,,, Zubaidah

akad nikah was held on Friday, November 14, 2014 but the reception is at Sunday, November 16, 2014. and Alhamdulillah I came on Sunday when the reception in Surabaya, at Gedung Pariwisata. 

I start my journey at Saturday by Kertajaya Train with my friend,,, and arrived at PAsar Turi Station, so Asnia and Asfa was shuttled me there at 2.00 AM. how tired I am but really happy . 

at 9.00 AM, the agenda begun, I was Arrived at the place before nine,,, and I admit that I am lucky woman in this place because smile, happy, laugh is always around me with my friends,,, 

anyway Happy Wedding Zhubed and Zein,, doakan saya segera menyusul,, amiin,, heee


me and my friend Azhaa Graduate,,,



me and my best friends,, Sahabat 5cm,,,, minus chenul,,,,
from left, Benazir,,, Asnia,, Zubed,,, Inchinia,, and me.


Hadid - Full Movie - Watch only on www.gontor.tv







it was an awesome movie, I can't lie that my tears down unconsciously,,, I miss this place really really miss who inside, and what inside, Gontor.

miss the advices from our Kyai,,, the education, and the life philosophy, life lesson that I got from what i saw, I heard, and Felt. All the activities are lesson learned.



Try to Watch this movie,,, Congratulation for the team,,, Two thumbs up. Fight for every creativity you made.

Saturday, October 25, 2014

Menikah, Awal Menciptakan Peradaban


Selalu dan selalu terngiang kata sakral "menikah" . sanak saudara, kerabat, selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama yaitu "kapan menikah?" tersirat dalam fikiran untuk menjawab InsyaAllah sesegera mungkin, tapi akankah hati ini siap ? bagaimana ritme kehidupan yang baru akan dimulai? semuanya menjadi bayangan dan imajinasi semata,,,, dan beberapa pekan lalu saya menemukan sebuah artikel  yang ditulis oleh salah satu dosen UNIDA, Bagaimana kita menciptakan Awal Peradaban ?
Menikah adalah ikatan sakral nan agung. Dalam Islam, menikah berarti menyempurnakan separuh dari agamanya. Menikah penuh dengan nilai-nilai religi.
Bagai mana tidak, sesuatu yang awalnya diharamkan, berubah hukum menjadi sesuatu yang dinilai mubah bahkan berpahala dan menjadi ibadah.

Makna dalam pernikahan ini yang kadang terluput dari orang yang menikah. Menikah pada dasarnya menciptakan generasi saleh yang menjadi batu bata peradaban Islam. Namun, dengan dalih cinta, makna dalam ini kabur, salah satunya dengan kampanye nikah beda agama. Umat mesti menyadari hakikat pernikahan yang bukan berlandaskan cinta dan nafsu saja. Inilah yang ditegaskan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Dr Hamid Fahmy Zarkasyi. Berikut petikan wawancaranya bersama Wartawan Republika Hannan Putra.

Apa makna suci pernikahan? 
Pernikahan bukan sekadar hubungan suami istri. Pernikahan itu adalah untuk menghasilkan generasi, yaitu anak-anak yang saleh yang kemudian akan mendoakan kedua orang tuanya. Sekarang, bagaimana anak-anak itu akan menjadi anak yang saleh, kalau orang tuanya beda agama. Anak-anak akan kebingungan memilih agamanya, apakah dia menjadi Muslim atau tidak. Hadis soal ini jelas, "Setiap anak adam yang lahir ke dunia itu dalam keadaan fitrah (Islam). Kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Muslim).

Di sinilah masalahnya, kalau orang tuanya menikah dengan orang yang berbeda agama, itu pasti ada persoalan. Pasti salah satu orang tuanya ingin anaknya mengikutinya. Inilah kasus yang banyak terjadi. Seperti kita lihat kasus nikah beda agama para artis yang marak di televisi. Orang Islam yang menikah beda agama, mereka tidak berniat untuk menghasilkan waladun shalihun yad’u lahu (anak yang saleh yang akan men doakan kedua orang tuanya).

Seberapa penting urgensi pernikahan dalam Islam? 
Pernikahan dalam Islam kita sebut dengan mitsaqan ghalizha. Ikatan ini bukan hanya dengan manusia, tapi dengan Tuhan. Orang Islam lakilaki yang menikah dengan wanita non-Muslim sekalipun, tugas utamanya adalah menjadikan dia Muslimah dahulu. Artinya, tetap tujuannya untuk menikah adalah untuk menciptakan kesalehan yang kemudian akan melahirkan anak yang saleh.

Apa maksud ayat, "salah satu tanda kebesaran Allah adalah menikah"? 
Ada banyak hal dalam pernikahan itu yang menjadi tanda kebesaran Allah. Dalam Alquran kan disebutkan, salah satu tanda kebesaran Allah adalah Dia menciptakan makhluknya berpasangpasangan. Ada laki-laki dan perempuan.

Men cip ta kan laki-laki dan perempuan itu hikmahnya agar mereka ini menikah. Dari pernikahan itu menghasilkan anak-anak yang menjadi penerus generasi.

Jadi, pernikahan itu bukan hanya sekadar hubungan suami-istri dengan dasar saling mencintai. Bukan hanya itu. Ada sesuatu yang agung di balik pernikahan itu. Inilah yang dijelaskan dalam ayat itu. Mereka yang menikah (beda agama) tanpa berdasarkan akidah, mungkin tidak membaca ayat ini. Bagi mereka hanya sekadar saling mencintai.

Inilah yang menjadikan alasan bagi mereka yang menghalalkan nikah beda agama. karena keduanya sudah saling mencintai, mengapa harus kita larang untuk menikah? Tapi mereka ini hanya bicara sebatas cinta. Mereka tidak membahas soal sesudah pernikahan. Mereka tidak mau tahu, bahwa ayat-ayat Alquran sebenarnya membahas perkara di balik pernikahan itu.

Inilah yang perlu kita pahami tentang makna menikah itu, bahwa menikah adalah menjalin ikatan dengan Tuhan di samping menjalin ikatan dengan manusia. Kemudian, ada ikatan pula dengan regenerasi. Di sini sebenarnya peradaban itu. Kalau kita bicara soal peradaban, menikah adalah awal peradaban manusia itu. Menikah berarti melahirkan peradaban, dari menikah, melahirkan keturunan, dan keturunan itu besar kemudian menikah lagi. Inilah hal yang agung itu.

Bagaimana Islam memandu umatnya dalam memilih jodoh? 
Hadisnya sudah jelas soal ini. Islam menuntun kita, agar pilihan kita tidak salah, kita disuruh untuk beristikharah. Istikharah tentu saja dengan ilmu. Jadi, memilih jodoh itu dengan ilmu. Soal ini kan ketentuannya sudah jelas dari Nabi. Bagaimana keturunannya, hartanya, rupanya, dan agamanya. Ini kriteria yang sangat manusiawi sekali. Orang zaman sekarang pun, untuk menikah itu tidak sekadar karena cantik. Bukan sekadar cinta.

Jadi, kalau untuk menikah, harus jelas orang tua dan keturunannya seperti apa. Agamanya juga dilihat seperti apa. Kalau orang yang religius pasti akan mempertimbangkan aspek-aspek seperti yang di dalam hadis itu. Dia pasti akan berhati-hati untuk pernikahan yang nilainya sangat sakral itu. Hal-hal ini mungkin tidak akan nyambung dengan perspektif orang yang tidak beragama.

Apa fadhilah (keutamaan) menikah? 
Menikah adalah solusi dari pengharaman zina. Masalah syahwat, kalau dia tidak ditampung dalam institusi pernikahan, dia akan merusak seluruh sistem yang ada. Dengan syahwat orang bisa mencuri, berjudi, membunuh, dan perbuatan kriminal lainnya. Tapi dengan menikah, orang akan sakinah (tenang). Tidak mungkin orang yang sudah sakinah akan berlaku buruk, misalkan selingkuh. Itu tidak mungkin.

Dari sinilah kita bisa menciptakan masyarakat yang baik. Bagaimana mungkin pernikahan yang cu ma dasarnya karena cinta tadi itu bisa menciptakan sakinah? Bayangkan, hanya karena alasan berdasarkan cinta, hubungan pernikahan ini sudah bisa dilangsungkan. Entah model masyarakat seperti apa yang akan lahir nanti?

Apa makna sakinah, mawadah , warahmah yang benar? 
Orang yang sudah mempunyai sakan (rumah) dan mempunyai istri, intinya sudah mempunyai tempat kembali (sakana) itu merasa nyaman. Di situlah dia nanti akan mencintai keluarganya. Kalau sudah sakinah (tenang) hubungan suami istri itu akan baik. Jika berumah tangga tujuannya adalah untuk ibadah, pasti anak keturunan yang akan dilahirkan akan saleh.

Orang yang tidak sakinah dalam rumah tangga nya, bagaimana dia akan membangun sebuah rumah tangga yang menciptakan generasi-generasi soleh. Mana mungkin generasi yang nantinya akan menjadi orang-orang besar akan lahir dari rumah tangga yang tidak sakinah. Apalagi tidak ada mawaddah dan rahmahnya

please find more  here

Saturday, October 18, 2014

I am Active and Live on my blog

After months, I didn't catch up my blog,,, so I start again to write and write.
little things that matter most, its true. and  I write a little even a little, and hopefully it can inspire other. to be useful for who around me.

thanks.

Friday, April 4, 2014

Cinta dan Pilihan

Jangan pernah menangis ketika kamu tidak dicintai orang..Tetapi menangislah ketika kamu tidak bisa mencintai orang yang mencintaimu..Kita hidup di dunia ini bukan untuk mencari sosok yang sempurna untuk dicintai..Tetapi belajarlah mencintai sosok yang tidak sempurna sehingga dia menjadi yang terbaik untuk kita..

Kata-kata itu tiba-tiba saja muncul di pikiran pipeh saat sedang conversation dengan Adis. Dan terpikir oleh pipeh mengenai kehidupan, di mana kita dihadapkan dengan suatu pilihan. Pilihan yang mungkin berat untuk kita, tapi mau tidak mau harus kita jalani. Dan disinilah arti kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan dimana semua orang memiliki perasaan. Dan satu perasaan yang sangat indah untuk diingat, untuk di kenang, dan untuk dicurahkan. Yaitu perasaan cinta.. :) Dan inilah curahan hati pipeh..

Cinta adalah sebuah perjuangan..Tidak pernah datang secara tiba-tiba..Semuanya harus kita perjuangkan..

Bertemu adalah kesempatan.. Mencintai adalah pilihan..

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai..Ketika kita berada di suatu tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan..

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itupula kesempatan..Bukan pilihan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..Itu bukanlah suatu kesempatan, tetapi itu adalah pilihan..

Ketika kita memilih untuk tetap bersama dengan seseorang apapun yang terjadi, bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih dalam hal apapun dibandingkan pasanganmu, tetapi kamu tetap memilih untuk mencintainya..Itulah pilihan..

Perasaan cinta, simpatik, dan tertarik dalam dalam segala kesempatan kepada kita.Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.. Pilihan yang harus kita lakukan..

Nasib membawa kita bersama. Tetapi semuanya tetap tergantung kepada diri kita. Bagaimana kita bisa membuat semuanya berhasil.

Pasangan jiwa itu benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang memang hanya tercipta untukmu. Tetapi semua kembali kepada dirimu untuk melakukan pilihan. Apakah kita ingin melakukan sesuatu agar kita bisa mendapatkannya, atau tidak.. Kita mungkin saja bisa kebetulan bertemu dengan pasangan jiwa kita. Tetapi untuk tetap mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, itu adalah pilihan yang harus kita lakukan..

Manusia diciptakan untuk saling menyayangi dan mencintai. Perasaan tumbuh karena terbiasa. Amarah, sedih, dendam, semuanya akan terkalahkan hanya karena cinta. Cinta adalah segalanya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatannya. Karena apapun yang kita lakukan, itu semua berdasarkan cinta dan perasaan. Tanpa harus memandang segala sesuatu hanya dari satu sisi. Perilaku mencerminkan kita, begitu pula perasaan.

Kita ada di dunia ini bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai. Tetapi untuk mencari seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna. Dan itu semua adalah pilihan yang dihadapkan di depan kita, di dalam kehidupan kita.

Segala sesuatu tidak pernah datang secara tiba-tiba.. Demikian dengan cinta..Cinta tidak pernah datang dengan cara yang mudah.. Berbagai macam rintangan harus kita lewati untuk bisa mendapatkan cinta sejati.. Dan pada akhirnya, perasaan cinta itu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, setelah kita melewati rintangan-rintangan tersebut. Dan hal tersebut membuat kita mengerti, bahwa rintanga-rintangan yang dihadapakan kepada kita bukanlah 'musuh' kita. Tetapi rintangan-rintangan tersebut yang membuat dan mengajar kita untuk bisa menjadi lebih dewasa.

Sebeku apapun hati manusia, akan terluluhkan oleh cinta.Dan itu semua.. Demi cinta..

Karena cinta itu..
Murni..
Tulus..
Tinggi..
Manis..
Setia..
Suci..
Pengertian..
Menghargai..
Saling percaya..
Tidak memanfaatkan..
Sejati..
Jujur..
Tanpa pamrih..
Dan..
Cinta itu Satu..Pilihan

repost on my facebook's note. klik here 

Friday, December 7, 2012

30 things to start doing for yourself



I read this from www.marcandangel.com and i think whats in there all true. You guys may read and think about this and put these things into what to do list..
  1. Stop spending time with the wrong people. – Life is too short to spend time with people who suck the happiness out of you.  If someone wants you in their life, they’ll make room for you.  You shouldn’t have to fight for a spot.  Never, ever insist yourself to someone who continuously overlooks your worth.  And remember, it’s not the people that stand by your side when you’re at your best, but the ones who stand beside you when you’re at your worst that are your true friends.
  2. Stop running from your problems. – Face them head on.  No, it won’t be easy.  There is no person in the world capable of flawlessly handling every punch thrown at them.  We aren’t supposed to be able to instantly solve problems.  That’s not how we’re made.  In fact, we’re made to get upset, sad, hurt, stumble and fall.  Because that’s the whole purpose of living – to face problems, learn, adapt, and solve them over the course of time.  This is what ultimately molds us into the person we become.
  3. Stop lying to yourself. – You can lie to anyone else in the world, but you can’t lie to yourself.  Our lives improve only when we take chances, and the first and most difficult chance we can take is to be honest with ourselves.  Read The Road Less Traveled.
  4. Stop putting your own needs on the back burner. – The most painful thing is losing yourself in the process of loving someone too much, and forgetting that you are special too.  Yes, help others; but help yourself too.  If there was ever a moment to follow your passion and do something that matters to you, that moment is now.
  5. Stop trying to be someone you’re not. – One of the greatest challenges in life is being yourself in a world that’s trying to make you likeeveryone else.  Someone will always be prettier, someone will always be smarter, someone will always be younger, but they will never be you.  Don’t change so people will like you.  Be yourself and the right people will love the real you.
  6. Stop trying to hold onto the past. – You can’t start the next chapter of your life if you keep re-reading your last one.
  7. Stop being scared to make a mistake. – Doing something and getting it wrong is at least ten times more productive than doing nothing.  Every success has a trail of failures behind it, and every failure is leading towards success.  You end up regretting the things you did NOT do far more than the things you did.
  8. Stop berating yourself for old mistakes. – We may love the wrong person and cry about the wrong things, but no matter how things go wrong, one thing is for sure, mistakes help us find the person and things that are right for us.  We all make mistakes, have struggles, and even regret things in our past.  But you are not your mistakes, you are not your struggles, and you are here NOW with the power to shape your day and your future.  Every single thing that has ever happened in your life is preparing you for a moment that is yet to come.
  9. Stop trying to buy happiness. – Many of the things we desire are expensive.  But the truth is, the things that really satisfy us are totally free – love, laughter and working on our passions.
  10. Stop exclusively looking to others for happiness. – If you’re not happy with who you are on the inside, you won’t be happy in a long-term relationship with anyone else either.  You have to create stability in your own life first before you can share it with someone else.  Read Stumbling on Happiness.
  11. Stop being idle. – Don’t think too much or you’ll create a problem that wasn’t even there in the first place.  Evaluate situations and take decisive action.  You cannot change what you refuse to confront.  Making progress involves risk.  Period!  You can’t make it to second base with your foot on first.
  12. Stop thinking you’re not ready. – Nobody ever feels 100% ready when an opportunity arises.  Because most great opportunities in life force us to grow beyond our comfort zones, which means we won’t feel totally comfortable at first.
  13. Stop getting involved in relationships for the wrong reasons. – Relationships must be chosen wisely.  It’s better to be alone than to be in bad company.  There’s no need to rush.  If something is meant to be, it will happen – in the right time, with the right person, and for the best reason. Fall in love when you’re ready, not when you’re lonely.
  14. Stop rejecting new relationships just because old ones didn’t work. – In life you’ll realize that there is a purpose for everyone you meet.  Some will test you, some will use you and some will teach you.  But most importantly, some will bring out the best in you.
  15. Stop trying to compete against everyone else. – Don’t worry about what others doing better than you.  Concentrate on beating your own records every day.  Success is a battle between YOU and YOURSELF only.
  16. Stop being jealous of others. – Jealousy is the art of counting someone else’s blessings instead of your own.  Ask yourself this:  “What’s something I have that everyone wants?”
  17. Stop complaining and feeling sorry for yourself. – Life’s curveballs are thrown for a reason – to shift your path in a direction that is meant for you.  You may not see or understand everything the moment it happens, and it may be tough.  But reflect back on those negative curveballs thrown at you in the past.  You’ll often see that eventually they led you to a better place, person, state of mind, or situation.  So smile!  Let everyone know that today you are a lot stronger than you were yesterday, and you will be.
  18. Stop holding grudges. – Don’t live your life with hate in your heart.  You will end up hurting yourself more than the people you hate.  Forgiveness is not saying, “What you did to me is okay.”  It is saying, “I’m not going to let what you did to me ruin my happiness forever.”  Forgiveness is the answer… let go, find peace, liberate yourself!  And remember, forgiveness is not just for other people, it’s for you too.  If you must, forgive yourself, move on and try to do better next time.
  19. Stop letting others bring you down to their level. – Refuse to lower your standards to accommodate those who refuse to raise theirs.
  20. Stop wasting time explaining yourself to others. – Your friends don’t need it and your enemies won’t believe it anyway.  Just do what you know in your heart is right.
  21. Stop doing the same things over and over without taking a break. – The time to take a deep breath is when you don’t have time for it.  If you keep doing what you’re doing, you’ll keep getting what you’re getting.  Sometimes you need to distance yourself to see things clearly.
  22. Stop overlooking the beauty of small moments. – Enjoy the little things, because one day you may look back and discover they were the big things.  The best portion of your life will be the small, nameless moments you spend smiling with someone who matters to you.
  23. Stop trying to make things perfect. – The real world doesn’t reward perfectionists, it rewards people who get things done.  Read Getting Things Done.
  24. Stop following the path of least resistance. – Life is not easy, especially when you plan on achieving something worthwhile.  Don’t take the easy way out.  Do something extraordinary.
  25. Stop acting like everything is fine if it isn’t. – It’s okay to fall apart for a little while.  You don’t always have to pretend to be strong, and there is no need to constantly prove that everything is going well.  You shouldn’t be concerned with what other people are thinking either – cry if you need to – it’s healthy to shed your tears.  The sooner you do, the sooner you will be able to smile again.
  26. Stop blaming others for your troubles. – The extent to which you can achieve your dreams depends on the extent to which you take responsibility for your life.  When you blame others for what you’re going through, you deny responsibility – you give others power over that part of your life.
  27. Stop trying to be everything to everyone. – Doing so is impossible, and trying will only burn you out.  But making one person smile CAN change the world.  Maybe not the whole world, but their world.  So narrow your focus.
  28. Stop worrying so much. – Worry will not strip tomorrow of its burdens, it will strip today of its joy.  One way to check if something is worth mulling over is to ask yourself this question: “Will this matter in one year’s time?  Three years?  Five years?”  If not, then it’s not worth worrying about.
  29. Stop focusing on what you don’t want to happen. – Focus on what you do want to happen.  Positive thinking is at the forefront of every great success story.  If you awake every morning with the thought that something wonderful will happen in your life today, and you pay close attention, you’ll often find that you’re right.
  30. Stop being ungrateful. – No matter how good or bad you have it, wake up each day thankful for your life.  Someone somewhere else is desperately fighting for theirs.  Instead of thinking about what you’re missing, try thinking about what you have that everyone else is missing.
Hope you guys enjoyed it!
repost from kak sugit,,,

Monday, November 5, 2012

Thesis's Abstract


Tujuan operasional perbankan sebagaimana tujuan segala kegiatan ekonomi secara umum adalah untuk memperoleh laba. Manajeman laba menjadi masalah yang krusial saat ini karena bisa berdampat secara langsung terhadap krisis moneter. Manajeman laba yg kurang baik juga mengakibatkan kesalahan investor asing dalam menganalisa laporan keuangan dan pada gilirannya akan menghambat laju pertumbungan investasi.
Krisis keuangan yang menimpa perusahaan-perusaan besar di dunia saat ini disebabkan oleh hegemoni pemikiran manajemen oportunis. Ketika dunia dilanda masa resesi ekonomi, perusahaan-perusahaan besar menghadapi tekanan yang hebat untuk tetap mengasilkan profit dengan berbagai cara. Dengan demikian muncul berbagai kreasi dan ide untuk membuat laporan keuangan yang palsu atau tidak sesuai dengan realitas finansial yang ada.
Kebijakan ekonomi dengan menunggangi dan memanfaatkan kondisi krisis finansial tentu bertentangan dengan etika dan moralitas Islam. Islam telah meletakkan fondasi yang kuat dalam rangka meraih tingkat keuntungan yang adil dan riil. Islam memberikan batasan yang jelas dalam hal ini, dengan prinsip akuntanbilitas, keadilan, dan kredibilitas sumber daya insani.
Kata Kunci : إدارة الأرباح، البنوك الإسلامية، مفهوم الربح

Thanks to my Best Lecturer,who had given me his advices to fight and fight for my success 

To all


To all
Those who suffer from sadness or depression…

To all those suffering from sadness or depression, know that it isn’t your fault. It isn’t because you’re weak. It isn’t because you’re just not grateful enough. It isn’t because you’re just not religious enough. It isn’t because you don’t have enough faith. It isn’t because God is angry with you. To all the well-meaning people who tell you this, just smile. And know deep in your heart that the tests of God come in different forms to different people. And know that, by the help of God, every test can become a tool to get closer to Him. And that, verily, with hardship come ease–and like all things of this world–this too shall pass.


Live in The Moment


  as we grow up, we learn that even the one person that wasn't supposed to ever let us down.probably will. You’ll have your heart broken and you’ll break others’ hearts. You’ll flight with your best friends or maybe even fall in love with them. And you’ll cry because time is flying by.
So takes a lot of pictures, laugh a lot, forgive freely, and love like you’ve never been hurt. Life comes with no guarantees, no time outs, and no second chances. You just have to live life by the fullest, tell someone what they mean to you, speak out, dance in the pouring rain, hold someone’s hand, comfort a friend is need, fall a sleep watching the sun come up, stay up late, and smile until your face hurts. Don’t be afraid to take chances or fall in love and most of all. LIVE IN THE MOMENT because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back.

Monday, October 15, 2012

Dynamic Model of Islam



   Dunia telah mengakui, bahwa banyak ilmu pengetahuan yang berkembang saat
ini, lahir dari pemikiran para ilmuwan dengan latar belakang Islam termasuk
Ilmu Ekonomi  Ilmu Ekonomi Islam berkembang secara bertahap sebagai suatu
bidang ilmu interdisiplin yang menjadi bahan kajian ahli tafsir, ahli hukum,
ahli sejarah, ahli ilmu sosial, ahli politik, serta ahli filsafat moral.
Para ahli pemikir Islam, menganggap kesejahteraan umat manusia merupakan
hasil akhir dari interaksi panjang sejumlah faktor ekonomi dan faktor-faktor
lain, seperti faktor moral, sosial, demografi, dan politik Semua faktor
tersebut berpadu menjadi satu, sehingga tidak ada satu faktor pun yangdapat
memberikan kontribusi optimal tanpa dukungan faktor yang lain. Keadilan
menempati bagian penting dalam kerangka ini, karena tanpa keadilan sebuah
masyarakat hanya akan membangun sebuah perwujudan kerangka rapuh yang
berjalan menuju kehancuran atau kemunduran masyarakat itu sendiri.

   Salah satu ahli pemikir Islam yang memberikan kontribusi dalam
perkembangan Ilmu Ekonomi Islam adalah Ibnu Khaldun, yang terkenal dengan
buku “Muqaddimah” yang sebenarnya merupakan volume pertama dari tujuh volume
buku sejarah yang disebut sebagai “Kitab al-‘Ibrar” atau “Buku tentang
Pelajaran-pelajaran (Sejarah)”. Buku “Muqaddimah” adalah realisasi pemikiran
Ibnu Khaldun secara ilmiah yang menyajikan prinsip-prinsip yang menyebabkan
kejayaan dan keruntuhan sebuah dinasti, negara, atau peradaban sebagai
faktor yang terkait erat dengan kesejahteraan atau kesengsaraan rakyat.

   “Muqaddimah” merupakan bagian penting kontribusi pemikiran Ibnu Khaldun
dalam ilmu ekonomi. Perumusan dan pemahamannya yang jelas dan mendalam telah
mendapat pengakuan sebagai pelopor bagi formulasi teori yang lebih modern
dan canggih. Rumusan Ibnu Khaldun yang terkenal dalam kebijaksanaan politik
pembangunan disebut sebagai “Dynamic Model of Islam” atau Model Dinamika.
Model Dinamika adalah sebuah rumusan yang terdiri dari delapan prinsip
kebijaksanaan politik yang terkait dengan prinsip yang lain secara
interdisipliner dalam membentuk kekuatan bersama dalam satu lingkaran
sehingga awal dan akhir lingkaran tersebut tidak dapat dibedakan.

   Rumusan Model Dinamika atau Dynamic Model of Islam tersebut adalah
sebagai berikut:

  1. Kekuatan penguasa/ pemerintah tidak dapat diwujudkan kecualidengan implementasi Syariah;
  2. Syariah tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan penguasa/pemerintah;
  3. Penguasa/ pemerintah tidak dapat memperoleh kekuasaan kecualidari rakyat;
  4. Masyarakat tidak dapat ditopang kecuali oleh kekayaan;
  5. Kekayaan tidak dapat diperoleh kecuali dari pembangunan;
  6. Pembangunan tidak dapat dicapai kecuali melalui keadilan;
  7. Keadilan merupakan standar yang akan dievaluasi Allah pada umat-Nya;
  8. Penguasa/ pemerintah dibebankan dengan adanya tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan.

   Rumusan ini mencerminkan karakter interdisipliner dan dinamis dari
analisis Ibnu Khaldun yang menghubungkan semua variabel-variabel sosial,
ekonomi dan politik, termasuk Syariah (S), kekuasaan politik atau Governance
(G), masyarakat atau Nation (N), kekayaan/ sumber daya atau Wealth (W),
pembangunan atau growth (g) dan keadilan atau justice (j). Variabel-variabel
tersebut berada dalam satu lingkaran yang saling tergantung karena satu sama
lain saling mempengaruhi. Rumusan tersebut dapat digambarkan sebagai
berikut:


  cara kerja lingkaran ini menyerupai rantai reaksi untuk jangka waktu yang
panjang dan merupakan sebuah kedinamisan yang diperkenalkan dalam seluruh
analisis. Dimensi ini menjelaskan bagaimana faktor-faktor politik, agama,
sosial, dan ekonomi saling mempengaruhi selama kurun waktu tertentu sehingga
faktor-faktor tersebut dapat menuntun suatu peradaban menuju pembangunan dan
kemunduran atau kejayaan dan keruntuhan. Dalam rumusan ini, tidak ada
klausula cateris paribus karena tidak ada satu variabel yang konstan. Satu
variabel bisa berfungsi sebagai makanisme pemicu dan variabel yang lain
dapat bereaksi atau tidak dalam arah yang sama. Oleh karena itu, kegagalan
di satu sektor tidak akan menyebar ke variabel yang lain karena sektor yang
gagal tersebut akan diperbaiki atau kemunduran suatu peradaban akan lebih
lama. Sebaliknya jika sektor yang lain bereaksi sama layaknya dengan
mekanisme pemicu, maka kegagalan itu akan memperoleh momentum melalui rantai
reaksi yang berkaitan, sehingga  kegagalan ini membutuhkan waktu yang lama
untuk mengidentifikasi penyebab dan akibatnya. Lingkaran sebab akibat ini
akan mengacu kepada “Lingkaran Keadilan” (Ciecle of Equity).

   Dua pengait yang paling penting dalam rantai sebab akibat tersebut adalah
pembangunan (g) dan keadilan (j). Pembangunan (g) dianggap penting karena
kecenderungan normal di dalam masyarakat berubah-ubah. Kecenderungan itu
dapat meningkat atau menurun. Pembangunan yang dimaksud dalam pembahasan ini
tidak semata-mata mengacu kepada pertumbuhan ekonomi. Pembangunan tersebut
juga mengacu kepada pembangunan manusia seutuhnya sehingga masing-masing
variabel tersebut (G, S, N, dan W) memperkaya satu dengan yang lain,
sehingga semua variabel memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan atau
kebahagiaan masyarakat. Keseluruhan variabel tidak hanya menjamin
kelangsungan kehidupan masyarakat, tetapi juga kemajuan peradaban.
Pembangunan tidak akan terlaksana tanpa adanya keadilan. Keadilan yang
dimaksudkan bukan dalam pengertian ekonomi yang sempit, tetapi pengertian
keadilan yang lebih luas dalam setiap aspek kehidupan manusia. Keadilan
dalam pengertian luas ini tidak sepenuhnya dapat diwujudkan tanpa
menciptakan masyarakat yang peduli terhadap persaudaraan dan persamaan
sosial. Keadilan juga dapat tercipta dengan adanya jaminan keselamatan jiwa,
hak milik dan penghormatan bagi setiap orang  pemenuhan kewajiban sosial,
ekonomi dan politik, hak untuk bebas menentukan tindakan apa yang diinginkan
oleh seseorang, dan pencegahan terhadap kejahatan dan ketidakadilan dalam
bentuk apapun.

   Sementara itu, variabel Syariah (S) mengacu kepada nilai-nilai dan
lembaga atau aturan perilaku yang membuat masyarakat (N) bersedia untuk
memenuhi kewajiban mereka terhadap sesama dan mencegah perilaku social yang
menyimpang. Hal itu, dapat digunakan untuk menjamin keadilan (j),
pembangunan (g), dan kesejahteraan (W) untuk seluruh masyarakat. Aturan
perilaku dapat bersifat formal dan informal, baik tertulis ataupun tidak
tertulis. Setiap masyarakat memiliki aturan perilaku berdasarkan system
nilai masing-masing yang berlaku di masyarakat itu. Pedoman utama perilaku
dalam masyarakat Islam disebut Syariah (S). Variabel Syariah (S) tidak akan
mampu memainkan peran yang berarti kecuali jika Syariah tersebut dijalankan
secara benar dan tidak memihak dalam pelaksanaannya. Salah satu tanggung
jawab masyarakat (N) dan pemerintah (G) adalah mewujudkan kesejahteraan (W)
dengan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk menegakkan keadilan (j)
dan pembangunan (g), pemanfaatan yang efektif atas sumber daya tersebut oleh
pemerintah (G) dan kesejahteraan masyarakat (N).

   Variabel-variabel sosial-ekonomi, demografi, dan politik yang menentukan
kesejahteraan manusia yang mengarah kepada kemajuan atau kemunduran suatu
peradaban memiliki peranan yang saling terkait. Analisis Ibnu Khaldun berupa
Model Dinamika Sosial Ekonomi dapat ditetapkan dalam bentuk relasi
fungsional melalui persamaan (Chapra, 2001) yang dinyatakan sebagai berikut:

   G = f(S,N,W,g&j)

   Persamaan ini tidak mempresentasikan model dinamika Ibnu Khaldun, tetapi
mencerminkan karakter interdisipliner dengan memperhatikan semua variabel
penting yang telah dibahas dalam buku “Muqaddimah”.

   Pada persamaan di atas, G dianggap sebagai variabel terikat (dependent
variable) karena salah satu tujuan utamanya adalah untuk menjelaskan
kejayaan dan runtuhnya suatu dinasti (negara) atau pun peradaban. Menurutnya
kekuatan atau kelemahan suatu dinasti tergantung kepada kekuatan dan
kelemahan penguasa politik yang berhasil mereka wujudkan. Penguasa politik,
dalam hal ini pemerintah (G), harus menjamin kesejahteraan masyarakat (N)
dengan menyediakan lingkungan yang sesuai untuk aktualisasi pembangunan (g)
dan keadilan (j) melalui implementasi Syariah (S) serta pembangunan dan
pemerataan distribusi kekayaan (W) yang dilakukan untuk kepentingan bersama
dalam jangka panjang.


 





  

Clicksor advertisement

Sunday, October 7, 2012

Sidang Skripsi S1

Good Night....
waww udah lama banget nih kayaknya vakum dari blogging, and now is the time for writing, because its my escape---

kemarin, 4 Oktober 2012, aku dan teman teman sudah di wisuda strata S1,,
tapi mungkin belum saatnya saya posting tentang Wisuda, dan sekarang maunya ttg ujian skripsi yang bikin ngiler, bikin stress, bikin gila dan lain sebagainya,

sebenarnya pendaftaran dibka dari semenjak setelah seminar proposal skripsi sampai batas yang ditentukan yaitu tanggal 10 Ramadhan, dan memangbanyak yang menunggu tanggal 10 Ramadhan tiba heeee
tapiAlhamdulillah aku ujian tanggal 9 Ramadhan 1433 H, dengan penguji yang dulu wali kelas ku ketika dduduk di kelas 5C, yaitu As Sayyid H.Imam Kamaluddin Lc, M.Hum, dulu ngefans banget sama beliau,,,
skripsi saya berjudul manajemen Laba di Bank Syari'ah dengan pembimbing my best lecturer plus my dean,, and he is As Sayyid Setiawan Bin Lahuri MA  Binlahuri ABu Nadim,
mendadak banget ujian, yang tadinya bisa diundur, tapi aku memutuskanntuk maju, karena ya karena lebih cepat lebih baik,
ini dia para penguji skripsiku plus pembimbing,
dari kiri ke kanan: Penguji 1: As Sayyid Imam Kamaluddin Lc. M.Hum, pembimbingku: As Sayyid Setiawan Bin Lahuri, MA, dan penguji ke2: As Sayyid Royyan Ramdhani Djayusman, MA.

dan posisiku ketika ujian sungguh sungguh membingungkan, what do you explain about? 

kata dospemku, jawaban aku gak ngalir gitu,,,, kenapa yaa, apa gara2 grogi? dan terus bingung mau jawab apa, apa kata orang yang penting saya sudah melakukan apa yang terbaik, apapun penilaian mereka itulah saya dengan apa adanya, Its me, with the Real Me,

dan Alhamdulillah dengan ijtihad yang sungguh luar biasa saya juga mendapatkan nilai yang memuaskan, meskipun kata sekretaris fakultas, ada yang lebih baik dari aku tapi nilainya justru aku yang lebih baik nilainya dri padanya, entahlah dengan alasan apa itu, apakah dinilai dari segi lainnya atau tidak, tapi saya cukup percaya tidak ada rekayasa dibalik semua ini, tidak subyektif terhdap aku yang dulu mantan anak didiknya, atau apalah, ini semua hanya sebagai berkah dari ijtihadku dan do'a serta do'a dari orangtua.

untuk semua yang telah mendukung saya saya ucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya hingga kahirnya skripsi saya masuk nominasi skripsi terbaik , saya di antara 12 orang nominator terbaik, walaupun memang bukan saya yang jadi 3 besar. dan itu cukup membanggakan.....

another picture of "sidang SKripsi Fakultas Syari'ah 2012 "

 1. berpose bersama seluruh penguji sidang dan anggota fakultas syariah putri, meskipun gak lengkap tapi tetap BRAVO SYARI'AH ,,,,,

2. aku bersama ke5 teman yang lainnya berfoto bersama pembimbing, as he my dean . dean of Sharia faculty   of ISID

3. Dosen Syari'ah berbuka puasa bersama di kantor fakultas, nikmatnya menguji di Bulan Ramadhan,,,,


Monday, September 24, 2012

JUJUR - STAY TRUE WITH YOUR SELF


JUJUR…. STAY TRUE!!
Meski saya sering banget ngomong ke teman-teman untuk jangan takut pada segala tantangan, dan tetap percaya diri, namun praktiknya memang nggak mudah untuk dilakukan. Kadang saya sendiri masih susah banget untuk bisa menerapkannya. Mungkin bukan cuma takut dengan orang lain, tapi lebih parahnya lagi takut sama diri saya sendiri. Takut sama ketakutan yang saya ciptakan sendiri, kayak takut nggak bisa maksimal, takut mengecewakan, dll. Lewat tulisan ini, saya akan sedikit berbagi tentang ‘secuil’ cerita di balik pengalaman saya dalam sidang skripsi yang baru saja saya lewati.
Saat diumumin dengan nilai yang diperoleh, saat itu yang ada di kepala saya , Gosh!! Berarti setelah ini masih banyak perjuangan yang harus diperjuangkan. Tidak cukup sampai disini. Ekspektasinya mungkin cukup besar, padahal belum jelas juga arahyang akan saya tempuh.
Saya sadar banget saat itu, kalo saya harus melakukan persiapan yang lebih matang. Tapi di saat yang sama saya udah kebayang bahwa saya ga bisa seluasa sebelumnya kali ini. Karena saya saat itu masih dalam keadaanyang galau, karena ketika itu jadwal ujian saya mungkin bisa hari selanjutnya, tapi saya yang meminta untuk maju, entah dorongan apa yang membuat saya ingin mmemajukan hari sidang. habis itu masih ada tugas tugas yang numpuk, dll. Di sisi lain saya sadar banget, kalo saya mau dapet nilai cakep saya harus prepare jauh lebih baik, khususnya untuk sidang. Sejak menginjakkan kaki di bangku universitas terus terang saya paling takut di komponen karya tulis ilmiah. Karena saya sendiri menyadari, bahwa saya ga terlalu bagus untuk menulis ilmiah, metode penelitian juga masih kurang, dll. Apalagi dalam berbahasa arab, uslub saya masih berantakan, Paper saya sebelumnya dalam tugas materi kuliah, saya nilai agaklah berantakan, banyak lompatan berpikir, struktur ga jelas, dll. Topiknya sendiri terus terang saya juga kurang klik.

Akhirnya setelah mikir-mikir dan diskusi, kepikiran untuk mengubah outline (isi) makalah saya, dengan topik yang baru dan gagasan yang baru juga. Sesuatu yang saya pikir lebih saya kuasai, sukai, dan yakini. Namun, karena saya harus tahu justifikasi ilmiahnya, saya harus kosongkan lagi gelas pikiran saya. Artinya mulai dari Nol lagi. Saya ngabisin sekitar satu minggu untuk baca jurnal-jurnal atau buku yang terkait sama apa yang saya tulis. Senang banget rasanya baca bahan, dan nemuin justifikasi dari asumsi-asumsi saya yang udah hinggap di kepala entah berapa lama. Nikmat banget baca jurnal-jurnal ini. Sampe akhirnya saya sadar, kalo waktu saya untuk ngumpulin skripsi semakin dekat.
Saya masih ingat banget, sekitar dua hari sebelum batas waktu target saya daftar sidang skripsi, saya masih belum nulis apa-apa. Apa yang ada di kepala saya meluap setelah membaca banyak selama seminggu belakangan, dan saya sadar waktu yang tersisa tinggal sedikit untuk menuliskan itu semua. Saat itu saya baru sampai di halaman ke 50 dari 4 bab yang harus saya tulis.  Malamnya saya panik, dan sempat berkecamuk untuk menyerah melanjutkannya. Saya sempat mikir, mungkin akan lebih strategis jika saya ngerevisi makalah yang ditulis waktu awal saya seminar proposal skripsi , dan sebelum saya mengajukan revisi ke dospem. Denganoutline yang sangat sederhana. Toh, saya juga tahu apa yang harus direvisi untuk bikin itu jadi lebih baik, dan waktu satu hari rasanya lebih startegis jika digunakan untuk melakukan hal tersebut, dibandingkan menulis sesuatu yang benar-benar baru. Dalam kondisi seperti ini, resikonya lebih besar, karena saya harus berjuang untuk menyelesaikan kurang lebih 20-30 halaman lagi hanya dalam satu hari, dan saya nggak akan punya waktu untuk membaca kembali(proofreading) terhadap apa yang saya tulis, apalagi meminta bimbingan pada dosen. Begitu pikir saya.karena saya punya target, tanpa terasa target itu sendiri sudah terlewati, tidak biasanya bagi saya melampaui target yang sudah saya susun.
Namun saya sadar, dalam kondisi seperti ini, saya nggak bisa memendamnya sendiri, dan harus mencurahkannya kepada teman-teman yang lain.
Tapi juga nggak sedikit yang bilang, untuk tetap doing what I love. “Kalo kamu suka, pasti kamu akan mati-matian menyelesaikannya. Kalaupun hasilnya nggak maksimal, at least pas presentasi nanti kamu bisa come out as who you are”.
Tiba-tiba saya sadar, oh, kemana saya yang selama ini selalu bilang “stay true to your self!”? Kenapa di saat kayak gini saya sempat-sempatnya jadi pragmatis, dan melupakan hal yang justru jadi nilai yang penting buat saya. Jujur sama apa yang saya suka. Dan akhirnya saya memilih untuk ngerjain itu mati-matian selama  1 hari, (dengan pulang ke tempat asal saya, pondok domisili saya). Tanpe sepengetahuan dospem. Tiba-tiba mukjizat datang, katanya jadwal perginya dospem saya mendadak tidak jadi, karena ketika itu juga terpikir oleh saya mengejar keberadaan dosen di kediamannya. Di saat itu, saya tahu bahwa selalu ada pertolongan dari Allah, ketika saya sendiri juga berusaha untuk ikhlas sama apa yang saya kerjain.
Singkat cerita, datanglah hari Sabtu, 28 Juli 2012 dan tiba saatnya bagi saya untuk mempresentasikan apa yang saya tulis. I am so lucky to be surrounded by people who always support me. Teman-teman di ISID yang bantuin banget selama proses ini, ngasih saya masukan, kritik, nemenin belajar, dll. Especially for my best lecturer, dosen pembimbing yang sangat sangat brilliant, Sampe akhirnya waktu presentasi datang, dan saya benar-benar senang, karena (meskipun masih banyak kekurangan di sana sini), saya bisa performed my best. Saya bisa ngejawab pertanyaan penguji dengan baik saat itu (menurut saya), dan performed passionately, karena yang saya sampein di makalah bukan sekedar tugas karya tulis ilmiah untuk sebuah jawaban pertanyaan, tapi saya cerita tentang apa yang ada di benak saya tentang unek2 saya terhadap apa yang selama ini menjadi kejanggalan. Setelah saya performed, saya nggak peduli lagi mau dapet nilai apa di situ. Yang saya tahu, saya sudah memberikan yang terbaik, saya melakukan apa yang saya suka. Saya berbagi argument saya ke orang-orang yang hadir saat itu, mereka mau setuju dengan argument saya atau nggak, itu urusan mereka  –  –mungkin sebelum saya sidang, ada sebagian yang mengingatkan saya tentang sikap saya yang kadang tidak pantas untuk diperlihatkan didepan para penguji. karena akan ada penilaian karakter dan sejenisnya. I am the one who always believe that character should not be judged by numbers, and I don’t really care what they think about me, as long as it does not harm others. What i know, i don’t have to be someone else for the sake of winning this. Saya nggak harus mencoba untuk ‘pura-pura jadi pendiam’ kalo saya aslinya nggak kayak gitu. Kalo saya mau mengekspresikan sesuatu, I will. I know that there are things that should be improved, but it is not conditional. It will come out naturally during the learning process. Kalo mereka memang menginginkan yang dapet nilai A+ adalah orang kayak saya (dengan segala kekurangannya), they will. Kalo nggak, ya berarti saya nggak sesuai dengan standar mereka. Tapi bukan berarti standar mereka yang paling benar.

Dan mungkin seperti teman-teman yang ketahui, ternyata ini semua membuahkan hasil yang memuaskan.

Selama proses skripsi  ini, saya belajar banyak dari semuanya. Mulai dari my classmate, dimana saya bisa stay bareng-bareng sama mereka berhari hari. Bisa kenal dengan karakter asli semuanya, bisa belajar langsung dari mereka semua dengan segala kelebihan, keunikan, dan kekurangannya. Di ISID, dimana saya bisa ketemu sama teman-teman dan dosen dosen yang dahsyat, yang sudah ngasih dampak lewat keilmuannya ataupun sekitar (masyarakat pesantren) dengan cara mereka masing-masing.
Jalan masih panjang, dan masih banyak yang harus saya perbaiki dalam banyak hal. Cuman paling nggak saya belajar satu hal, bahwa bagaimanapun beban yang kamu pegang, betapa besarpun ekspektasi orang-orang terhadap kamu, jangan sampe itu membuat kamu ‘berbohong’ sama diri kamu sendiri. Memaksakan sesuatu yang kamu nggak suka, sesuatu yang bukan kapasitas kamu, dll. Kamu yang tahu apa yang terbaik dari diri kamu. Jadikan komentar orang lain bukan untuk mengontrol kamu melakukan A, B, atau C, tapi cuma jadi komplementer untuk membantu kamu mengambil sikap. At the end, sikap apa yang kamu ambil, itu terserah ke kamu nya.
Dalam setiap hal yang saya kerjakan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekedar mendapatkan hasil akhir yang bagus atau menjadi yang terbaik. Motif utama saya agar dapet nilai A+ adalah, lebih kepada keinginan saya untuk bisa ngasih kado (terakhir mungkin), sebelum saya lulus kuliah, ke orang-orang yang udah berjasa besar buat saya selama ini. dan at least saya pengen banget bisa bikin mereka bangga, dan dapat spotlight buat kerja keras mereka ngedidik saya selama ini. Saya pengen banget bisa ngasih ‘kegembiraan’ buat teman-teman se MUAMALAT, Azhaa grade khususnya yang udah berarti besar dalam proses saya belajar di ISID selama 4 tahun terakhir, teman-teman yang membantu ngebentuk saya jadi siapa saya sekarang. Teman-teman yang nggak peduli sebenarnya apa saya mau dapet nilai berapa, karena mereka tetap akan ngedukung saya. Tapi kalo saya bisa kasih yang terbaik buat semua jasa baik mereka, kenapa nggak? Adapun hadiah-hadiah yang lain, jadi bonus lah.

Dan yang saya tahu, saya nggak akan bisa mencapai itu semua, bikin mereka bahagia, kalo saya sendiri juga nggak bahagia. Kalo saya sendiri nggak nyaman sama apa yang dilakukan. And yeah, I know I do what I love, and I love what I do.  People may construct what is good and what is wrong, but living in theirs will never get me to the end. At the end of the day, I am the one who know what makes me happy. I just need to stay true. Semesta mendukung.
“ Robbuna Yusahhil,,,,,” 


Saturday, March 24, 2012

Don’t forget to be Happy



Pagi itu ada acara tahunanyang diselenggarakan oleh sekolahku, yaitu belajar membuka dan menelaah buku buku turots (buku kuning) , dikala aku sedang sibuk mempelajari suatu hokum yang akan di diskusikan 2 jam kemudian, tiba tiba aku dikagetkan dengan sapaan temanku wow what a good morning we are having to meet her in this moment, as she had been come back to her home town for several things. Tiba tiba aku menanyakan alas an dia harus pulang beberapa hari ke rumahnya? Dan dia menjawab singkat yang dengan jawabannya sangat sangat membuatkun terkaget kaget,,, tentang sebatas kelanjutan setelah sarjana, wetelah di wisuda. Pasti ada yang nebak ya lanjutin s2 atau lanjut kerja dan sebagainya , tapi ini cukup serius yaitu melanjutkanuntuk mengabdi kepada suami, dalam rangka menyempurnakan setengah agama kita.
Waw, its amazing gak terfikir sampe sekarang kalau seandainya memang remaja kaya kita ini yang seumuran kita sekarang, sudah saatnya untuk memikirkan kea rah sana, but its okey no problem for me. Event though I knew for now we almost have a dreams, entah mimpinya setinggi langit atau apalah, tapi apakah harus kandas denganharus menikah di usia muda??? Umur 21 – 22 tahun mungkin tidak bisa di bilang muda, tapi yaa tidak juga dibilang cukup umur untuk harus menikah , apalagi menikah dengan urusan “keluarga” yang bahasa kasarnya ya “dijodohin” ada unsur keluarga yang ikutcampur.   Biasanya niih orang muda sekarang ya menikah atas unsure suka dan sayang antara 2 orang , wanita dan laki laki, dan dengan unsur “Tanpa paksaan” tapi apakah dengan macam seperti ini bakal bikin  bahagia dan orang yang menikah dengan atas unsur paksaan tidak akan bahagia??? yah ini nih yang harus dirubah paradigmanya. 

Bahagia itu kita yang menentukan. Happy is a choice not destiny. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, kamu mau apa tidak? Bahagia itu datang secara natural tanpa paksaan tanpa di sengaja. Semua yang bahagia itu tidak ada batasnya. Bahagia itu pure, tidak bisa di nodai dengan kesengajaan. Dan bahagia itu tulus, bahagia itu asli tidak dibuat – buat.
Akan ada banyak waktu dalam kehidupan kita ketika kita merasa bahwa hidup ini terlalu sulit, terlalu sangat sulit bagi kita untuk melewati itu. Waktu di mana kelihatannya seperti tidak ada seorangpun yang ada untuk kita. Waktu di mana kita kehilangan semua harapan dan mimpi-mimpi ...

     ... Tapi begitu kita damai dengan diri kita sendiri, dan dengan apa yang terjadi, kita akan jauh, jauh lebih bahagia.
Itulah Kekuatan ikhlas, dan menerima segala sesuatu sebagaimana terjadi tanpa ada rasa “suudzon” berburuk sangka kepada Allah sang maha segalanya.
Please, don’t forget to be happy. Whatever happens.
Tolong, jangan lupa untuk bahagia. Apa pun yang terjadi.
Jangan pernah menyalahkan hari harimu, kenapa saya diciptakan di tengah tengah keluarga yang seperti ini, yang seperti itu, kenapa saya harus berada di sini, dan sebagainya. Bukan semata semua itu adalah takdir, ya memang tapi semuanya itu bisa dirubah untuk hal yang lebih baik. Dan itu semua kembali Kediri kita semua.


Tuesday, January 24, 2012

Dream...


"If one advances confidently in the direction of his dreams, and endeavors to live the life which he has imagined, he will meet with a success unexpected in common hours."
~ Henry David Thoreau




"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams."
~ Eleanor Roosevelt




"Dream as if you'll live forever... live as if you'll die today "
~ James Dean  

Support me!!!



this picture above  was support me how to fighting for my thesis..


 Qatar is my destiny to undertake my study for post graduate,,,Amiin,and I wish I go there,,,

just view  my facebook . its also for support me best !!!